Posted by: hagemman | April 7, 2009

JANGAN PANIK

0005Kita jangan ikutan panik dan bahkan jangan merasa tidak ada yang bisa dilakukan khususnya dalam situasi dan kondisi yang terimbas krisis global ini. Seperti juga yang telah disampaikan Rhenald Kasali saat bedah bukunya yang berjudul “Marketing in Crisis”, kita harus tetap memiliki sudut pandang positif dan harapan bahwa semuanya akan menjadi lebih baik.

Barang siapa yang tidak berbekal sudut pandang positif dan harapan, bersiaplah untuk ambruk beneran. Karena toh ketika semuanya katakan sudah pulih kembali, mereka akan lebih tertinggal jauh di belakang. Karena ada banyak orang dalam saat seperti ini yang telah menata dan memperbaiki dirinya sehingga lari mereka akan jauh lebih kencang dan produktif ketimbang mereka yang tidak melakukan apa pun dengan pelbagai alasan yang tampak masuk akal.

Alasan yang paling klasik adalah ketika permintaan pasar sepi, maka kita cenderung memproteksi diri. Mengepras habis semua biaya pengeluaran yang kita anggap tidak krusial dan masih bisa dihindarkan. Sebenarnya sah-sah saja. Tapi ketika proteksi yang kita terapkan menjadi hiper banget ; tanpa sadar kita juga membakar jembatan demi jembatan yang kelak sesungguhnya akan menopang kita saat keadaan kembali pulih. Jadi evaluasi biaya pengeluaran memang diperlukan. Tapi melakukan evaluasi untuk penataan internal adalah jauh lebih penting.

Kita jarang melakukan evaluasi secara keseluruhan misalnya upaya pemasaran. Kita manusia secara genetis memiliki kecenderungan untuk menyalahkan pihak lain, dalam hal ini krisis global nama kambing hitamnya. Benar krisis global memberikan dampak. Tapi bisa saja justeru upaya pemasaran yang kita lakukan selama ini yang memperburuk keadaan. Mengapa kita tidak menyadari ? Karena kita sudah meyakini bahwa upaya pemasaran kita sudah paling ideal dan tepat sasaran.

Celakanya kita lupa bahwa pemasaran adalah sesuatu yang dinamis dan bergerak. Tentunya paham kepakeman apa pun dalam pemasaran mestinya diharamkan. Minimal ini pendapat saya pribadi. Seorang teman membaca semua buku pemasaran karya para pakar baik dalam dan luar negeri, tapi toh tetap hasil pemasaran produknya tidak berkembang. Masalahnya tentu bukan pada pakar pemasarannya, melainkan pada diri teman saya itu bahwa ia memuaskan hobbynya buat membaca. Sehingga waktu untuk merenung, menganalisa dan mencoba untuk menerapkan ; sudah habis.

Padahal asalkan kita mau untuk berpikir jernih, sederhana dan cerdik dengan segala kejujuran yang kita miliki. Niscaya kita akan melihat (dan jadi malu sendiri) bahwa ternyata ada banyak kekurangan disana-sini yang mendesak untuk dibenahi. Ketika pembenahan kita lakukan. Ketika situasi dan kondisi pulih lagi. Itulah saat dimana Anda meraih hasil terbaik yang telah ditanamkan saat pasar begitu sepi dan mengecilkan hati. Bangkit dan tetap pegang teguh pandangan positif dan harapan milik Anda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: