Posted by: hagemman | April 5, 2009

SURGA PAJAK

002qKelompok G-20 mengeluarkan sebuah daftar yang disebut Daftar Hitam G-20 terkait surga pajak atau tax haven yang diistilahkan juga sebagai off-shore center. Maklumlah surga pajak adalah markas para spekulan yang potensial menggoyang perekonomian dunia dengan akumulasi dana sekitar USD 7,3 trilun (2007).

Surga pajak menjadi tuan rumah bagi aksi penggelapan pajak dan kejahatan kerah putih lainnya sebab asal muasal dana tersebut adalah dana haram. Setelah Daftar Hitam ini G-20 yang beranggotakan 20 negara di dunia sebagai pemilik 85% PDB dunia, tempat dari 80% total perdagangan dunia dan domisili 66% penduduk global ; akan mengeterapkan sanksi kepada bank-bank negara mana saja di dunia yang melakukan transaksi dengan surga pajak kategori daftar hitam.

Sanksi lainnya, pengucilan surga pajak dari traktat-traktat dunia khususnya dalam bidang keuangan dan pengumuman daftar investor yang melakukan transaksi dengan surga pajak. Juga termasuk pencabutan dari daftar anggota Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional. Mari simak daftar yang baru-baru ini direlease bersama OECD (Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), yaitu :

Kelompok pertama adalah negara yang dinilai telah mengimplementasikan standar perpajakan dan perbankan dengan baik, seperti : Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Ceko, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, Polandia, Portugal, Rusia, Slowakia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris dan AS.

Tax haven yang sudah berkomitmen tetapi belum sepenuhnya mengimplementasikan standar, yaitu Andorra, Monako, Gibraltar dan Liechtenstein. Pusat keungan yang telah berkomitmen, tetapi belum mengimplementasikan sepenuhnya yaitu Swiss, Singapura, Cile dan tiga negara Eropa : Belgia, Luksemburg dan Austria.

Dan mereka yang belum berkomitmen : Kosta Rika, Malaysia, Filipina dan Uruguay.

“Semua orang ingin mengakhiri surga pajak. Semua orang paham soal perlunya pengenaan sanksi,” ujar Presiden Nicolas Sarkozy di London saat Pertemuan G-20 berlangsung. Kalangan aktivis anti kemiskinan turut mendukung dan mengatakan, bahwa surga pajak memberikan tempat kepada para pejabat untuk menyembunyikan dana ilegal hasil korupsi. Maka dengan kesepakatan G-20 di London tanggal 02.04.2009 lalu berakhirlah sudah kerahasiaan perbankan yang selama ini dianggap sakral dan jadi tempat persembunyian yang aman serta kini tidak ada lagi toleransi bagi negara/wilayah yang memberikan perlindungan pada para penghindar pajak, spekulan dan kejahatan kerah putih lainnya.  

 

Sumber : Kompas, 02.04.2009 Halaman 10 & 04.04.2009 Halaman 11


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: