Posted by: hagemman | April 2, 2009

NASGOR ALIAS NASI GORENG

1502140190_d4a7059198_mDimana pun saya berada pada saat traveling ; kebiasaan saya adalah memilih menu tetap yaitu nasi goreng. Alasan saya adalah nasi goreng itu praktis, ekonomis, cepat saji dan tetap menarik sepanjang kita pandai-pandai memilih varian : ayam, daging dan seafood ; sebagai komponen utamanya. Minimal ini menurut saya pribadi.

Walau semua orang tahu nasi goreng ; tapi tetap saya berani bertaruh tidak ada yang identik sama. Bahkan pada satu restoran sekali pun saya pernah mencoba makan nasi goreng di kala siang dan juga malam pada hari yang sama ; ternyata rasanya tidak sama. Bisa jadi kokinya sudah aplusan, bisa jadi karena nasi goreng adalah satu-satunya resep masakan di dunia ini yang amat akrab dengan improvisasi. Kata lainnya nasi goreng adalah jenis menu suka-suka yang bikin. Secara ilmiahnya William Wongso, pakar kuliner, bilang bahwa tidak ada bumbu standar nasi goreng sebab bumbu apa pun yang bisa ditumis sah-sah saja dipakai.

Maka lebih lanjut Sarie Febrianie dalam tulisannya Teori Nasi Goreng (Kompas, 29.11.2008) memaparkan apa yang dikatakan William Wongso bahwa di China nasi goreng berbumbu bawang putih dan kecap asin ditambah saus hoi sin, akibatnya tampilan sang nasgor jadi kemerahan. Di Jepang cenderung polos maklumlah hanya berbumbu bawang putih, telur dan kecap kikoman. Di Thailand, nasi goreng dicampur dengan potongan nanas dan berbumbu sereh. Di Vietnam, bumbunya mempergunakan daun mengkudu muda yang dirajang halus, bumbu kuning seperti kunyit, bawang merah dan bawang putih. Nah di Indonesia bumbu nasi goreng amat variatif sebab beradaptasi dengan pelbagai suku. Sampai-sampai bumbu rendang hingga bumbu rawon pun bisa menjadi bumbu nasi goreng, masih kata William.

Nah kalau bicara kedahsyatan nasgor dari Indonesia, Sarie Febrianie merekomendasikan Nasi Goreng Aceh yang berbumbu belasan macam rempah, seperti jinten, peka dan biji kaskas. Sarie mengusulkan lagi dalam tulisannya agar disantap sambil meneguk secangkir kopi Aceh. Duh … Pendeknya nasi goreng memang masakan nan ajaib. Laper bo !
 
Sumber : Kompas, 29.11.2008 – Halaman 27

Gambar : Nasi Goreng Special – Wantet | Flickr


Responses

  1. Nasi Goreng Yang Chow ala Hongkong adalah favorite saya, karena tidak pakai kecap manis, Nasi Goreng yg bener adalah harus kering, tidak boleh basah, berminyak sedikit msh ok, cuma Nasgor Yang Chow ini harus pakai B2 merah, jadi tidak halal tentunya.
    Kalau Nasgor Jawa, ampun deh ditambah sayur kubis & Caisim, emangnya cap cai ? makanya saya paling sebel kalau disuguhkan Nasgor ada campur sayuran, kalau mau sayur yah dipisahkan gitu, Nasgor sendiri, sayur sendiri baru bisa ditelan.
    Dah pernah cobain Nasgor Yang Chow ? Silahkan kunjungi restaurant ala Hongkong pasti tersedia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: