Posted by: hagemman | January 29, 2010

INDONESIA PRODUKSI KAPAL PERANG

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro optimistis Indonesia bisa membangun sendiri kapal kelas korvet.

Optimisme itu dilontarkan Purnomo di sela-sela peresmian KRI Banjarmasin di Surabaya, tanggal 28.11.2009. Kapal itu dibangun PT PAL selama 17 bulan dengan biaya 15,8 juta dollar AS.

“ Kapal ini membuktikan bahwa Indonesia bisa membuat kapal perang. Transfer teknologi dari luar terus diupayakan agar kemampuan meningkat dan suatu saat Indonesia akan membangun sendiri kapal kelas korvet, “ katanya.

Pembuatan kapal perang merupakan prioritas dalam program pertahanan nasional. Program ini merupakan bagian dari upaya peremajaan dan peningkatan armada kapal perang Indonesia. TNI AL masih membutuhkan sedikitnya 151 kapal perang dari berbagai kelas dan jenis (Kompas, 28/11/2009).

Purnomo menyadari, pembuatan kapal di dalam negeri akan menghadapi sejumlah risiko, seperti kekurangan biaya dan layanan purnajual yang belum memadai. Namun, risiko itu merupakan harga yang harus dibayar jika Indonesia ingin membangun industri pertahanan sendiri.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Iskandar menyatakan, KRI Banjarmasin merupakan kapal jenis landing platform deck (LPD). TNI AL memesan empat kapal LPD dari Dae Sun Shipbuiling, Korea Selatan, dengan fasilitas kredit ekspor. Dua kapal produksi Korsel yakni KRI Makassar dan KRI Surabaya sudah diterima tahun 2008.

Adapun KRI Banjarmasin dibangun oleh PT PAL di Surabaya. “ Kapal keempat, KRI Banda Aceh, sedang dikerjakan PT PAL, “ kata Iskandar.

Rancangan seluruh kapal dibuat oleh Dae Sun. Namun, pembuatan dua kapal terakhir dikerjakan di Indonesia. Bahkan, PT PAL memodifikasi kapal tersebut. Modifikasi antara lain menambah kecepatan kapal dari 15 knot menjadi 15,4 knot. Kapasitas angkut helikopter ditingkatkan dari dua unit menjadi lima unit heli Super Puma.

“ Seluruh permukaan atas juga menggunakan teknologi siluman untuk mengurangi kemungkinan terlacak radar, “  kata Iskandar.

KRI Banjarmasin yang dipimpin Letna Kolonel Laut Eko Joko Wiyono akan bergabung dengan Komando Lintas Laut Militer. Kapal ini akan dipersenjatai satu unit meriam kaliber 57 milimeter dan dua meriam kaliber 40 milimeter.

Awak kapal berjumlah 126 orang dan bisa mengangkut pasukan 507 orang, 13 tank, 20 truk, dan dua sekoci pendarat.

Sistem persenjataan akan dikerjakan TNI AL. PT PAL hanya menyediakan lokasi penempatan senjata di kapal.

Sumber  :

Indonesia Produksi Kapal Perang | Kompas, 29.11.2009

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: