Tak hentinya kita dirundung duka pada penghujung tahun 2009 ini. Satu lagi putera terbaik bangsa Indonesia, Frans Seda telah kembali ke pangkuan Sang Khalik di kediamannya di Jakarta pada pukul 05.00 pagi hari ini (31/12).
Figur Frans Seda yang ayem, santun dan cerdas serta pandai menyampaikan pendapatnya membuat ia senantiasa menjadi pengkritik para pemimpin negara ini. Ia senantiasa diterima oleh siapa pun, jadi tidaklah aneh Frans Seda begitu dekat dengan Soekarno, Soeharto, Gus Dur yang menjadi sahabat dekatnya, Megawati, dan SBY.
Memang Frans Seda bukanlah orang yang terlalu lembut jika bicara, ia kerap berbicara lantang ; khas temperamen dari kawasan timur. Tapi apa yang diungkapkannya senantiasa memiliki dasar, tertib runtut pada alur koridor yang bernama kepentingan rakyat, penuh dengan integritas yang teguh dipegangnya, dan amat bersahabat.
Ia hadir di tengah kita dengan sentuhan warna yang begitu khas. Yang memperindah lukisan besar Indonesia yang dikerjakan sejak 17 Agustus 1945. Frans Seda menyempurnakannya disana-sini. Sentuhan demi sentuhan yang terlihat sepele, tapi justeru mempertegas, memperkuat, dan memperkaya hal-hal yang dirindukan bangsa kita untuk segera diwujudkan. Yaitu kesejahteraan dan kemakmuran negeri.
Selamat jalan, Pak Frans …


