Posted by: hagemman | December 21, 2009

GEMPA TERBESAR SEPANJANG SEJARAH

Gempa bumi yang mengguncang Alor dan Nabire baru saja reda. Tiba-tiba, hari Minggu (26/12) pagi, kita – bahkan dunia – dikejutkan oleh guncangan yang meluluhlantakan sebagian wilayah barat Indonesia. Kali ini kawasan Meulaboh dan sekitarnya di Nanggroe Aceh Darussalam yang menderita.

Catatan jaringan seismik dunia, di antaranya yang bersimpul di United States Geological Survey (USGS), seperti dikemukakan Dani Hilman Natawijaya – peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) – tergolong yang terbesar sepanjang sejarah.

Kekuatan gempa yang terjadi di Samudera Hindia atau berjarak 149 kilometer sebelah barat Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ; terpantau oleh Global Seismic Network sebesar 8,2 Mw (Moment Magnitude). Sementara itu, data seismograf di Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta menunjukkan bahwa gempa hari itu berkekuatan 6,8 skala Richter. Namun, laporan CNN menyebutkan, kekuatan gempa tersebut mencapai 8,9 pada skala Richter, sedangkan jaringan televisi BBC merujuk angka 8,5 pada skala Richter.

Menurut Dr Prih Haryadi Kepala Pusat Sistem Data dan Informasi Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempa tektonik pernah terjadi di Cile pada tahun 1960 dengan kekuatan 9,5 Mw. Setelah itu, pada tahun 1964 terjadi gempa berintensitas 8,5 Mw di Alaska.

Gempa berskala besar, kata Prih, menimbulkan patahan berdimensi ratusan kilometer jaraknya dari pusat gempa hingga memicu gempa lain. Gempa di Aceh menimbulkan dampak kegempaan hingga radius 200 kilometer. Di antaranya memicu gempa di Kepulauan Nicobar di sebelah utara pusat gempa pada jarak 550 kilometer serta mengguncang Pulau Andaman.

Selain menimbulkan getaran yang kuat, gempa kali ini juga menyebabkan timbulnya deformasi vertikal di sumber gempa. Deformasi berupa penurunan permukaan dasar laut tersebut mengakibatkan penjalaran energi kinetik menjadi gelombang tsunami di pantai. Daerah yang rawan tsunami adalah daerah yang berpantai landai dan berupa teluk. Pada daerah teluk, energi gelombang terperangkap hingga naik ke darat.

Ancaman gempa tsunami berada sepanjang pertemuan lempeng mulai dari timur Kepulauan Maluku, selatan Nusa Tenggara dan Jawa, hingga barat Sumatera. Umumnya, gempa subduksi di laut yang berkekuatan minimal 6,2 pada skala Richter sudah dapat menimbulkan gelombang tsunami. Namun, yang lebih kecil dari itu pun dapat mengakibatkan gelombang pasang, bergantung pada lokasinya dan pola subduksi serta topografi dasar laut.

Gempa di Meulaboh dilaporkan bukan saja telah menimbulkan tsunami di daerah barat NAD, tetapi juga menerjang Pulau Sabang. Gempa di Nicobar yang berkekuatan 7,3 pada skala Richter ini – yang dipicu oleh gempa Meulaboh – menurut perkiraan Prih, adalah yang menyebabkan timbulnya tsunami di Songla dan Phuket (Thailand).

Menurut Kepala Pusat Penelitian geoteknologi LIPI Dr Heri Haryono, gempa yang posisinya di dekat Pulau Simeulue (NAD) itu terjadi karena mekanisme kompresi atau subduksi, yaitu lempeng Samudera Hindia menujam bagian bawah lempeng Asia Tenggara (yang merupakan sublempeng Benua Eurasia). Karena yang terjadi adalah gempa subduksi yang menyebabkan menurunnya permukaan dasar laut di tempat pertemuan lempeng tersebut, maka akan timbul gelombang laut yang merambat dan menerjang pantai di dekatnya.

Sejak tiga tahun terakhir ini, papar Heri, peneliti LIPI melakukan penelitian di sekitar Pulau Siberut, yang menurut cacatan sejarah beberpa kali terjadi gempa berkekuatan besar di sana. Dalam rangka meneliti kegempaan, di lokasi itu dipasang sejumlah tiang untuk pemantauan global positioning system (GPS). Tujuannya adalah mengetahui deformasi permukaan tanah akibat gempa. Selain itu, tingkat dan pola kegempaan dipelajari dari adanya kerusakan dan pertumbuhan terumbu karang.

Munculnya Kepulauan Mentawai dan beberapa pulau di Samudera Hindia yang berada di barat Sumatera, di antaranya Pulau Batu, Siberut, Nias, hingga Simeulue, kata Heri lagi, tepat pada daerah pertemuan kedua lempeng tersebut.

Pulau-pulau yang menyembul ke permukaan laut itu merupakan hasil dari proses tabrakan atau interaksi dua lempeng yang berlangsung ribuan tahun hingga jutaan tahun lalu. “Pelepasan energi terjadi di situ. Hal itulah yang menyebabkan pulau-pulau tersebut rawan gempa besar,” ucap Heri.

Menurut catatan sejarah kegempaan, papar Dani Hilman, daerah barat Aceh hingga Bengkulu beberapa kali mengalami gempa besar. Pada tahun 1833, Pulau Pagai Utara dan Selatan diterjang gempa berkekuatan 8,9 Mw, dan pada tahun 1961 gempa di selatan Pulau Nias tercatat 8,9 Mw.

Gempa di Kepulauan Pagai dan Kepulauan Nias periode ulangnya 200 hingga 300 tahun. Karena itu, menurut dia, perlu diwaspadai munculnya gempa-gempa besar di pulau-pulau barat Sumatera. Tercatat pada wal tahun 2004 Pulau Simeuleu diguncang gempa berkekuatan 7,7 pada skala Richter.

Adanya gempa-gempa besar di daerah itu, lanjut Dani, perlu diperhatikan penduduk di daerah sekitarnya. Dalam membangun rumah dan gedung-gedung bertingkat, misalnya, haruslah yang berstruktur tahan gempa.

Dani juga mengingatkan bahwa setelah gempa 8,9 Mw di Meulaboh, penduduk di daerah itu perlu mewaspadai gempa susulan yang masih sekitar 7,5 pada skala Richetr selama dua minggu sejak gempa utama. Apabila rumah penduduk setempat telah retak-retak, sebaiknya tidak dihuni selama waktu itu.

Penelitian di lapangan perlu dilakukan untuk menganalisis apakah gempa di barat Meulaboh hanya menimbulkan efek tsunami ke sebelah utara saja atau juga ke selatan, yaitu ke Pulau Nias, Siberut, Batu, dan Pagai. Dia memperkirakan gempa di dekat Simeuleu akan memicu pulau-pulau di selatannya.

Sumber  :

Gempa Itu Terbesar Sepanjang Sejarah | Kompas, 27.12.2009
Grafis : Rianto / Bestari – Rangkaian Tiga Gempa Besar | Kompas, 28.12.2009

About these ads

Responses

  1. ulasan yang bagus :) tulis lg dunk soal gempa Haiti baru2 ini. cari videonya g ktemu2 neh..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: