Posted by: hagemman | November 30, 2009

PRIHAL KARBONDIOKSIDA (CO2)

Pengukuran jangka panjang tentang konsentrasi CO2 di atmosfer dimulai pada akhr tahun 1950-an dengan melibatkan pengukuran harian di daerah-daerah terpencil, seperti di Mauna Loa (Hawaii) dan Cape Grim di Pulau Tasmania, Australia.

Sejak tahun 1970-an, banyak pengukuran konsentrasi CO2 dilakukan di berbagai lokasi di seluruh dunia, termasuk di Koto Tabang, Sumatera Barat, Indonesia. Pengukuran dilakukan, baik di darat, dari atas kapal laut, maupun pesawat.

Udara di suatu tempat ditangkap, dimasukan ke dalam botol laboratorium lalu diukur dengan penyerap sinar inframerah untuk mengukur konsentrasi CO2. Proses ini butuh waktu sekitar 30 menit atau kurang.

Proses pengukuran lebih kompleks bagi kandungan CO2 pada radiokarbon untuk mengukur emisi dari bahan bakar fosil yang memberi kontribusi pada variasi konsentrasi CO2 di atmosfer.

Bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, tidak memiliki unsur carbon-14, istop yang amat jarang. Penelitian atas perbandingan yang variatif dari berbagai tipe karbon akan membantu untuk membedakan antara CO2 yang alamiah dan yang berasal dari aktvitas manusia.

Beberapa peralatan baru sedang dikembangkan untuk melakukan penghitungan CO2 agar lebih cepat dan lebih murah.

Yang Mengukur CO2

Berbagai lembaga melakukan pengukuran konsentrasi CO2 dan gas-gas rumah kaca lainnya. Beberapa, di antaranya adalah

1.    Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat – Earth System Research Laboratory dari The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

2.    Divisi Pemantauan Global menerima contoh-contoh udara dari berbagai pelosok dunia untuk mengukur konsentrasi berbagai jenis gas, termasuk CO2, metana (CH4), hidrofluorokarbon (HFCs), dan gas-gas rumah kaca lainnya.

3.    Program CO2 Scripps dari The Scripps Instutution of Oceanography, California, AS. Penelitian dilakukan sejak 1956. Pengukuran dilakukan pada contoh yang diambil dari stasiun-stasiun penelitian di Arktik (Kutub Utara) hingga Antartika (Kutub Selatan).

4.    Pengawasan Atmosfer Global dari Badan Meteorologi Dunia (World Meteorological Agency’s Global Atmosphere Watch).

5.    Ribuan data pengukuran udara dikumpulkan oleh Pusat Data Dunia untuk Gas Rumah Kaca di Badan Meterologi Jepang (Japan Meteorological Agency).

6.    CSIRO Marine dan Divisi Penelitian Atmosfer (Atmospheric Research Division) di Australia.

7.    Pusat Penelitian Atmosfer Nasional (National Center for Atmospheric Research) di Boulder, Colorado, AS. Bagian Laboratorium Pengamatan Bumi (Erath Observing Laboratory) NCAR memiliki program khusus menggunakan pesawat jet swasta yang dikonversi untuk terbang berkali-kali dari kutub ke kutub untuk mencontohkan konsentrasi dari variasi gas rumah kaca pada ketinggian yang berlainan di atmosger.

8.    Pusat Analisis Informasi Karbon Dioksida (Carbon Dioxide Information Analysis Center) dari Departemen Energi, AS, yang merupakan pusat data utama untuk konsentrasi gas rumah kaca dunia.

Sumber  :

Beberapa Fakta Tentang Karbondioksida (CO2) | Kompas, 17.11.2009

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: