Posted by: hagemman | September 30, 2009

ITULAH HARAPAN KITA BERSAMA

catBeberapa jam lalu, 44 tahun lampau ; Jakarta dan juga negara serta bangsa ini diliputi ketidak-pastian tentang apa yang sedang bergulir terjadi. Sejumlah petinggi Angkatan Darat (AD) lenyap bak ditelan bumi dan seorang petinggi lainnya terluka karena meloloskan diri. Seorang anak bernama Ade Irma, yang selalu namanya terbaring dalam hati bangsa ini, seakan menjadi tumbal.

Keadaan semakin tidak menentu. Saat mentari hari Jum’at itu sepenggalah – ketika siaran radio bersilang pernyataan. Dan untuk pertama kalinya, kita mencoba mengartikan dengan tergagap apa sesungguhnya yang terkandung dalam kosa kata Dewan Jenderal dan Dewan Revolusi.

Kemudian 11 tahun lalu, Mei 1998. Kita kembali dilingkupi ketidak-pastian ketika seluruh mata bangsa ini tertuju pada layar televisi – kerusuhan dan aksi anarki meluluh-lantakan Jakarta.

Ketidak-pastian membuat kita semua bertanya. Kita semua telah kadung menobatkan kepastian sebagai syarat mutlak untuk dan demi keberlangsungan kehidupan serta penghidupan yang lebih berkualitas. Logika berpikirnya adalah di dalam kepastian ada kualitas. Kualitas yang teramat bebas untuk dimaknai sebagai lapangan kerja, pemenuhan gizi, persamaan hak dan sebagainya.

Akan tetapi di lain pihak kita juga lalai dan alpa terhadap kesadaran asali bahwa pada hakekatnya seluruh yang ada di sekitar kita adalah serba tidak pasti. Kita bisa melakukan perhitungan secanggih apa pun ; tapi tetap ada faktor X yang membuat semuanya bisa jungkir-balik. Faktor X itulah yang kita pahami sebagai faktor ketidak-pastian.

Maka oleh sebab itu, kita memang berupaya meminimalisasi bahkan jika bisa mengeliminasi ketidak-pastian ; yang akibatnya kita memiliki sejumlah skenario untuk dilaksanakan. Cuma yang menjadi masalah sejumlah skenario inilah yang tampaknya membuat kita menjadi manusia yang tidak konsisten dan tidak konsekuen. Terlebih jika kita diperhadapkan oleh situasi dan kondisi yang menggoda kita untuk menanggalkan keluhuran kita menjadi insan manusia.

Dari dua kejadian di atas yang sebenarnya masih banyak contoh kejadian lain ; kita hendaknya berdoa agar tidak terjadi lagi momen-momen ketidak-pastian bagi negara dan bangsa kita tercinta, kendati kita tahu dan pahami bahwa hal itu tidaklah mungkin. Tapi masih ada kabar baik yang kita miliki, hal-hal yang tidak mungkin senantiasa menjadi teramat mungkin oleh sebab perkenan Sang Khalik.

Itulah harapan kita bersama.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.