Posted by: hagemman | September 28, 2009

SEKALI LAGI BATIK FRACTAL

batik fractalMasih banyak mungkin di antara kita yang belum mengenal tentang Batik Fractal sesungguhnya terlebih jika terkait dengan kelangsungan batik tradisional, berikut di bawah ini tulisan Komarudin Kudiya terkait Batik Fractal bagi kita semua.

Dalam pameran Gelar Batik Nusantasa di Balai Sidang Jakarta, Agustus lalu, ada pengunjung menanyakan kepada saya tentang proses produksi Batik Fractal serta pengaruhnya terhadap batik tradisional.

Kebetulan sejak awal munculnya Batik Fractal hingga sekarang, saya terlibat langsung dalam tahap produksi mewujudkan batik tersebut.

Batik Fractal hanya sebagian kecil dari metode pengembangan desain batik. Dia bisa dipastikan berada dalam suatu tempat yang obyektif, yaitu kegiatan riset yang menekankan segi inovasi, eksperimentasi, dan kreatifitas.

Sebelumnya, kita pisahkan dulu kerangka berpikir kita dari batik motif tradisional, walaupun bisa saya pastikan bentuk gambar hasil perangkat Jbatik Fractal dapat nyaris menyerupai motif batik tradisional umumnya, walaupun karakter motif Batik Fractal cenderung ke arah kontemporer dan kekinian.

Tim Pixel People, pencetus ide Batik Fractal, menggabungkan empat unsur, yaitu sains, seni, bisnis, dan teknologi serta berkolaborasi dengan perajin batik untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Berdasarkan pengalaman saya, tahapan memproduksi Batik Fractal lebih panjang dan membutuhkan waktu cukup lama daripada proses produksi batik tradisional.

Untuk mendesain Batuk Fractal kita memerlukan komputer berkemampuan tinggi dan printer, punya kemampuan desain, rasa seni dan mengerti logika pemrograman komputer.

Setelah mendapat beberapa modul gambar, pengolahan dan pengembangan desain selanjutnya lebih mudah. Kita mendapat lebih banyak vairiasi desain dan pengerjaan sangat cepat daripada langkah desain manual.

Gambar yang telah dicetak pada selembar kertas ukuran folio atau A3 diperbesar dengan mesin fotokopi untuk mendapat ukuran sesuai lebar kain.

Desain itu lalu disalin ke kertas transparan memakai spidol gambar atau pena rapido. Pekerja yang menyalin gambar asli fraktal (penerjemah) harus memiliki kemampuan pasti proses membatik dan dapat menyesuaikan gambar asli dengan kemampuan pembatik.

Motif lalu disalin ke atas kain putih memakai ballpoint atau langsung digambar memakai canting diikuti pengerjaan menggunakan canting sesuai bentuk gambar.

Bisa sya tegaskan, proses pengerjaan Batik Fractal tidak semudah mengerjakan batik tradisional umumnya karena dibutuhkan biaya produksi cukup besar, harus bekerja sama dengan perajin batik yang cukup berpengalaman dan mengerti proses batik sesungguhnya, serta butuh waktu 2 – 4 bulan. Pengembangan Batik Fractal tidak akan bisa menggantikan kedudukan batik motif tradisional yang telah menempati relung kehidupan sosial budaya Indonesia.

Saya menyadari masih ada kekhawatiran Batik Fractal mengganggu motif batik tradisional. Berdasarkan pengamatan, tanpa hadirnya Batik Fractal pun telah banyak batik kontemporer yang motifnya tidak tradisional.

Justru yang lebih mengkhawatirkan adalah banjirnya produk tekstil bercorak batik tradisional yang disablon dan dijual dengan harga murah. Kita semua, termasuk pemerintah, belum cukup berbuat meski banyak protes disampaikan. Pencantuman kata “Batik Halus”, padahal kenyataannya tekstil print motif batik, berarti terjadi pembohongan publik.

Desain Batik Fractal jiranya harus lebih konsisten dengan tema desain baru seperti dikerjakan selama ini, di antaranya motif Antares (benda-benda antariksa), Water Flow, Sisik naga, dan Reinkarnasi Phoenix sehingga bisa memberi karakter khas fraktal serta memberi alternatif bagi pengguna, pencinta, dan kolektor batik Indonesia.

Sumber  :

Sekali Lagi Batik Fractal, H Komarudin Kudiya MDS | Pengurus Yayasan Batik Indonesia ; Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat ; Batik Komar
Kompas, 27.09.2009

Advertisement

Responses

  1. kayaknya pernah di bahas dalam indonesia siesta radio delta fm bbrp hari lalu…dan nara sumbernya sama juga …mas komarudin….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.