Posted by: hagemman | September 7, 2009

122 PRODUK UNGGULAN LAYAK EKSPOR

122 produk layak eksporSebanyak 122 produk unggulan dan inovatif Indonesia telah layak diekspor karena tidak diproduksi negara lain. Ada pun 90 produk lainnya masih diuji kekhasannya dengan pengecekan nomor spesifikasi barang untuk jadi produk unggulan ekspor.

Saat ini di dunia ada 22.000 item yang masuk dalam Harmonize System (HS), atau Sistem Pengodean dan Deskripsi Komoditas yang diharmonisasi untuk kepentingan kepabeanan.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kantor Menko Perekonomian Edy Saputra Irawadi, sudah 212 produk unggulan dan inovatif yang dihimpun. “ Sebanyak 122 sudah layak ekspor karena tidak ada pesaingnya di dunia, tidak masuk salah satu dari 22.000 nomor HS, 90 produk lainnya dalam tahap inkubasi, “ kata Edy, Jumat (4/9) di Jakarta.

Beberapa produk masih butuh pengembangan agar siap diekspor. “ Meskipun demikian, 212 produk itu, baik yang siap ekspor maupun yang belum, sudah mendapat sertifikasi paten, “ ujar Edy.

Sebanyak 122 produk unggulan yang siap ekspor itu memenuhi empat kriteria, yaitu hasil temuan baru, memiliki sumber daya manusia dan bahan yang hanya ada di Indoneisa sehingga sulit ditiru, memiliki potensi pasar terbuka di dunia karena lolos 22.000 HS, dan memiliki nilai tambah dan inovasi.

Edy menjelaskan, 122 produk itu sudah diproduksi komersial, tetapi masih terbatas di dalam negeri. Semua usaha seperti itu dimasukkan ke Pusat Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kantor Menko Perekonomian untuk mendapat dukungan, mulai dari teknologi, akses permodalan, hingga akses ke pasar internasional. “ Produknya, antara lain adalah jasa animasi, kertas fancy, “ kata Edy.

Guna mendorong ekspor produk unggulan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) diharapkan aktif mencari terobosan pembiayaan. Menurut Direktur LPEI Haduyanto, LPEI menyiapkan kerja sama dengan bank perdagangan asing, Ada dua bank pembangunan yang diajak bekerja sama, yaitu Bank Pembangunan Jerman dan Bank Pembangunan Prancis (AFB).

“ Kami akan mendorong 10 jenis barang dan jasa lebih dulu untuk masuk ke pasar Rusia dan Timur Tengah, yaitu produk manufaktur dan jasa konstruksi, “ ujar Hadiyanto.

Sebagai gambaran, beberapa produk yang masih butuh pengembangan agar menjadi produk ekspor unggulan, diantaranya adalah :

-    Alat pemadam api mini (pawang geni)
-    Radiasi untuk pengawetan produk pertanian dan keamanan pangan
-    Teknologi apartemen udang galah untuk meningkatkan budidaya udang
-    Bio proses produksi minyak kelapa menggunakan ragi tempe
-    Proses membuat tempe dengan pengasaman kimiawi
-    Insektisida nabati untuk pengendalian hama sayuran
-    Baterai lithium berbahan baku Indonesia
-    Alat pengering tenaga surya-angin-biomasa
-    Blok rem komposit kereta api

Sumber  :

122 Produk Layak Ekspor – Kompas, 05.09.2009

About these ads

Responses

  1. Yth. Bpk. Edy Saputra Irawadi,
    Perkenalkan saya Agung Suryadi Pamenang, pada tanggal 8 Agustus 2008 yll., saya terpilih sebagai 100 Inovator Indonesia Bidang Transportasi khususnya untuk Pengembangan/Penemuan Blok Rem Komposit Made In Indonesia Dengan 90% komponen Lokal. Sejak tahun 2002 saya telah mencoba memperkenalkan Blok Rem Komposit di Indonesia karena memang banyak keunggulannya dibanding Blok Rem Metalik ( Cast Iron ). Diantaranya adalah :
    1. Rem komposit memiliki life time 3 kali dari rem metalik ( cast iron ).
    2. Rem komposit lebih ringan dibanding rem cast iron sehingga replacement lebih mudah dan biaya operasi lebih ringan untuk pemasangan dan penggantiannya.
    3. Rem komposit pada saat pengereman tidak memercikan api sehingga aman untuk kereta parcel seperti kereta BBM ( tidak rawan kebakaran ).
    4. Rem komposit tidak emmiliki nilai sisa dan tidak disukai pencuri karena tidak bisa dijual kiloan seperti rem metalik/besi yang rawan pencurian.

    Di negara maju rem komposit sudah dikembangkan dan hampir 100% menggatikan rem metalik karena selain lebih ekonomis dan juga ramah lingkungan karena terbuat dari polimer dan dibandingkan rem metalik mengfandung logam berat walau dalam kadar minim.

    Namun di Indonesia penggunaan Blok Rem Komposit ini masih kurang dari 50%, dan kalaupun digunakan end user seperti PT KAI masih menggunakan produk asing seperti produk china. Saat ini rem komposit sudah diproduksi lokal bahkan telah menggunakan bahan baku 90% lokal ( Made in Indonesia ).
    Minimnya proteksi terhadap produk dalam negri ini notabene karena produk dalam negri masih kurang dari segi kualitas barang. Sebagai seorang inovator penemu blok rem komposit bahan baku lokal, saya sangat prihatin dengan kebijakan yang menyudutkan produk dalam negri karena sebenarnya dan fakta membuktikan bahwa Blok Rem Kereta api yang kita buat sudah lulus uji di negara lain yaiitu di malaysia, walaupun sekarang masih dalam tahap pengembangan untuk mengikuti tender di malaysia.
    namun di negeri sendiri produk Blok Rem komposit Produk anak bangsa sendiri masih menjadi anak tiri atau belum manjadi tuan rumah di negeri sendiri.
    Mohon kepada Bapak Deputy Mentri Bidang Enokomi yang mencanangkan Blok Rem Komposit sebagai 122 produk unggulan layak eskpor agar produk kita tersebut bisa diproteksi mendapat prioritas di PT KAI untuk mendapat proteksi dan quota lebih besar dari produk asing khususnya produk china.
    Saya menjamin bahwa saya bisa membuat produk Blok Rem Komposit yang bisa bersaing dari segi Tenis maupun Ekonomis ( bersaing harga ) dengan produk china, baik keunggulan kompetitif maupun komparatif.
    Pernah ada kebijakan TKDN tapi di lapangan tetap produk anak bangsa dianak tirikan. Mohon sekali lagi agar produk dalam negri lebih diutamakan penggunaannya di jajaran PT KAI,agar jadi tuan rumah di negeri sendiri, seperti semboyan Bapak SBY bahwa Indonesia Bisa!!! dan pada tahun 2007 Bapak SBY pernah menghimbau untuk bidang otomotif kita akan meningkatkan local content sampai dengan 80%. Saya sudah buktikan terlebih dahulu di komponen kai Blok Rem Komposit dengan local content 90% yang di survey oleh Badan Sertifikasi Independent PT Surveyor Inbdonesia.
    Sekali lagi mohon agar didorong pengutamaan pemakaian produksi dalam negri demi kemandirian bangsa dari ketergantungan asing dan menghemat devisa negara.

    Salam Sukses

    Ir. Agung Suryadi Pamenang,M.Sc.,DET
    Penemu Blok Rem Komposit Made In Indonesia
    Inovator Indonesia 2008 Ristek.
    http://www.suryadi05.multiply.com
    Candidate P.Hd. Material Science

  2. pak,tolong jelasin donk contoh produk yang di ekspor dan di impor ke luar negri

    • Rem yang di ekspor kita baru propose ke KTMB Malaysia. Namun pada tender KTMB yang lalu kami submit barang dan passed di uji untuk lokomotif Brake Block dan berhasil. Kami menunggu konfirmasi order dari KTMB Malaysia, dan kami terus menawarkan barang kami ke Thailand dan negara2 lain.
      Untuk Blok Rem Impor ada Marquist ( China ), Futuris ( Australia ), Sideria ( Argentina ), Nabco ( Jepang ) dan Ferodo ( Inggris ) namun karena harga relatif tinggi diatas 120Rb Rp/ piece ( kecuali produk china).

      Demikian disampaikan kiranya bisa membantu dan menjawab pertanyaan

      Regard,

      Agung Suryadi Pamenang
      Member of Innovator Indonesia 2008.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: