Esok hari tanggal 01.07.2009, setengah perjalanan kita sudah lalui dalam tahun 2009 ini. Kendati kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan kita capai dan hadapi pada akhir tahun kelak, tapi satu hal yang membuat kita nyaman kendati babak belur bahwa setengah perjalanan masih tersisa. Sebuah dorongan penyemangat bahwa kalau kita dimampukan Sang Khalik untuk melaluinya, maka tentu kita pun akan lebih dimampukan lagi untuk menempuh kelanjutan perjalanan ini.
Sekedar mengingatkan tahun 2009 ini kita masuki dengan hati yang amat berdebar. Bagaimana tidak demikian jika awal Nopember tahun sebelumnya, dunia terperangah dengan indikasi awal guncangnya perekonomian AS. Tsunami krisis finansial global mengetuk pintu rumah kita pada kuartal pertama tahun ini. Tapi pasar dalam negeri kita nyaris tidak terguncangkan. Yang terguncang adalah para eksportir sebab permintaan melemah di seantero dunia. Dan Paul Krugman pun bilang, (sayangnya) kita tidak punya mitra dagang di planet lain.
Indonesia tidak terlalu terpukul oleh krisis finansial global. Bukan karena pengalaman krisis moneter, Juli 1998, lalu. Tapi juga bukan karena makro ekonomi kita solid. Melainkan karena kita menjadi tempat alternatif sesaat bagi para investor yang kabur membawa dananya keluar dari AS yang terpuruk dan ‘prestasi’ kedua, kita ada pada saat dan tempat yang tepat untuk menjual surat utang negara. Bukan kebetulan pula pada tahun ini ada pemilu legislatif dan pemilu presiden ; maknanya tahun ini memang akan menjadi tahun penting sebab bagi hal apapun kita semua sedang meletakan dan menyusun pondasi yang serba berlebih, baik itu dalam hal kekuatan serta kelenturan.
Jadi mari kita kuatkan tekad dan teguhkan hati untuk menghadapi setengah perjalanan tersisa di depan. Agar kita sebagai bangsa bisa tegak berdiri buat berkiprah pada tahun 2010 mendatang. Percayalah pepatah bilang no pain, no gain ; tanpa ikhtiar dan kerja keras kagak bakalan deh kita menuai hasil.


