Upaya berkoalisi antar parpol kian bergulir hangat saat ini, beberapa skenario dilansir dan berikut adalah tiga skenario kemungkinan jika koalisi terjadi berikut poin positif dan negatifnya bagaimana mereka yang berkoalisi akan berkiprah untuk memenangkan ajang Pilpres mendatang.
Skenario Jusuf Kalla – Wiranto
Positif :
1. Demografis politik terpenuhi (Jawa-Luar Jawa | Sipil – Militer).
2. Memenuhi syarat pengajuan capres-cawapres sesuai UU Pilpres.
Negatif :
1. Popularitas dan elektibilitas Jusuf Kalla dan Wiranto rendah.
2. Wiranto rentan menjadi target kampanye negatif.
3. Logistik Wiranto terbatas, Jusuf Kalla kelelahan karena harus dominan.
Skenario Megawati – Prabowo
Positif :
1. Demografi politik terpenuhi.
2. Memenuhi syarat pengajuan capres-cawapres sesuai UU Pilpres.
3. Elektibilitas Megawati stabil, elektibilitas Prabowo bisa meningkat.
4. Logistik Prabowo akan menutup kelemahan logistik Megawati.
Negatif :
1. Popularitas Megawati-Prabowo masih kalah dibandingkan SBY.
2. Prabowo rentan menjadi target kampanye negatif.
Skenario Megawati – Jusuf Kalla
Positif :
1. Demografi politik terpenuhi.
2. Memenuhi syarat pengajuan capres-cawapres sesuai UU Pilpres.
3. Elektibilitas Megawati stabil, elektibilitas Jusuf Kala bisa meningkat.
4. Logistik Jusuf Kalla akan menutup kelemahan logistik Megawati.
Negatif :
1. Elektibilitas Megawati-Jusuf Kalla kalah dibandingkan SBY.
2. Posisi Jusuf Kalla sebagai Wapres menyulitkan upaya mendeligitimasi pemerintah.
Sementara Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan bahwa elektibilitas Jusuf Kalla berada pada kisaran 4 persen, jauh di bawah SBY yang mencapai 45 persen dan Megawati sebesar 14 persen dan elektibilitas Wiranto bahkan lebih rendah dari Jusuf Kalla. Buat Qodari pasangan Jusuf Kalla-Wiranto akan sangat berat buat menang jika berhadapan dengan SBY-Hidayat Nurwahid dan Megawati-Prabowo. Solusi yang disarankan jika Jusuf Kalla berpasangan dengan Soetrisno Bachir akan lebih menarik dibandingkan Jusuf Kalla-Wiranto sebab tertolong dengan adanya paduan tua-muda dan Jawa-Luar Jawa. Nah kini kita sebagai rakyat hanya berharap agar Pilpres berjalan damai dan aman. Serta berharap dan berdoa bahwa siapa pun akhirnya yang menjadi pemimpin negara ini hendaknya lebih konsisten untuk mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.
Sumber : Radar Cirebon, 29.04.2009


