Apakah makna hari kemarin bagi Anda tepat pada jam yang sama saat Anda membaca artikel ini ? Pertanyaan yang sungguh mudah buat dijawab, tetapi sulit untuk kita gambarkan secara rinci terlebih jika untuk ditarik ke dalam ranah pembelajaran, pengayaan serta penghayatan.
Hidup yang serba mekanistis pada saat ini membuat kita terkena amnesia komunal. Kita lupa akan segala hal yang telah terjadi, segala hal yang sesungguhnya modal buat kita untuk melangkah maju. Tapi yang terjadi adalah sesuatu yang paradoks manakala kita berpikir bahwa kita melangkah maju, tetapi sejatinya kita sedang melangkah mundur.
Maka hidup pun menjadi kian minimalis dalam konteks nilai-nilai. Kita akhirnya dibuai oleh kekuatan yang tak terlihat untuk mendegradasi apa pun yang kita pernah kenal, tahu dan akrabi. Itulah mengapa esensi menjadi kian terkubur dalam, sementara bungkus dikedepankan. Kita bangga dengan handphone model terbaru demi keadaban, walau sesungguhnya kita tidak membutuhkannya. Dengan kata lain, keinginan lebih meraja dan kebutuhan lebih menghamba.
Mestinya kita harus menentang pelupaan. Bukan dalam arti kita tidak menjadi pemaaf. Melainkan kita harus selalu belajar atas segenap kesalahan, kelalaian serta kehilafan. Sebab menjadi sedikit lebih cerdas, sedikit lebih bijak dan sedikit lebih arif ; merupakan bekal bagi kita semua buat menapaki hari demi hari. Saat demi saat.
Jadi ketika kita bertanya pada diri kita apakah makna hari kemarin pada jam yang sama saat Anda membaca artikel ini ; kita dapat menjawab bahwa kita ada disana. Maka itu artinya kita ada dalam konteks pengingatan dan bukan dalam konteks pelupaan yang mesti kita tentang dan tolak. Sebab Anda dan saya berada dalam kerangka komunal ; alangkah mengerikan jadinya hidup di dalam masyarakat yang mengidap amnesia akut.
Gambar : 005 – Aldia V.


