Tak ada pertempuran, selama Perang Vietnam, yang paling menyita perhatian sekaligus kontroversial dibandingkan dengan pertempuran di Khe Sanh. Terletak kurang dari 20 kilometer dari DMZ (Zona Demiliterisasi), di beranda depan Vietnam Utara. Di sanalah pasukan Marinir AS terjebak sejak tanggal 20 Januari hingga 14 April 1968 dari kepungan masif gabungan pasukan Vietnam Utara dan Vietcong.
Saking strategisnya Khe Sanh – kala itu Presiden L B Johnson pribadi meminta jaminan penuh pada para petinggi militernya agar Khe Sanh tidak bernasib sama dengan Dien Bienphu, saat pasukan Legiun Asing Prancis disapu bersih pada tanggal 7 Mei 1954. Prancis saat itu kehilangan 35.000 pasukannya. Jatuhnya Dien Bienphu kian kuat mendorong Prancis untuk hengkang segera dari Vietnam. Dan AS pun masuk berganti dengan dalih membendung komunis.
Nhan Dan, harian Partai Komunis Vietnam Utara, merilis banyak artikel tentang pertempuran Khe Sanh yang bertekad untuk menjadikannya Dien Bienphu Kedua. Oleh sebab keberhasilan pasukan artileri jarak jauhnya meledakan gudang amunisi Marinir AS di Khe Sanh yang berisikan 1.500 ton amunisi.
Karena kurun waktu pengepungan yang panjang, membuat Khe Sanh akhirnya selalu menjadi headline saat itu. Di pihak Vietnam Utara, jelas materi beritanya lebih longgar bahkan berbau propaganda dibandingkan yang disajikan pihak AS, sebab telah tersensor dinas intelijen. Tapi yang tercatat selama pengepungan, pihak AS telah menyiram Khe Sanh dalam arti harfiah dengan 5.000 bom setiap hari. Dan totalitas daya ledaknya sama dengan lima kali bom atom Hiroshima yang dijatuhkan 23 tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan agar Khe Sanh jangan sampai bernasib seperti Dien Bienphu.


















