Posted by: hagemman | February 9, 2010

PEGASUS MENDARAT DI KHE SANH

Tak ada pertempuran, selama Perang Vietnam, yang paling menyita perhatian sekaligus kontroversial dibandingkan dengan pertempuran di Khe Sanh. Terletak kurang dari 20 kilometer dari DMZ (Zona Demiliterisasi), di beranda depan Vietnam Utara. Di sanalah pasukan Marinir AS terjebak sejak tanggal 20 Januari hingga 14 April 1968 dari kepungan masif gabungan pasukan Vietnam Utara dan Vietcong.

Saking strategisnya Khe Sanh – kala itu Presiden L B Johnson pribadi meminta jaminan penuh pada para petinggi militernya agar Khe Sanh tidak bernasib sama dengan Dien Bienphu, saat pasukan Legiun Asing Prancis disapu bersih pada tanggal 7 Mei 1954. Prancis saat itu kehilangan 35.000 pasukannya. Jatuhnya Dien Bienphu kian kuat mendorong Prancis untuk hengkang segera dari Vietnam. Dan AS pun masuk berganti dengan dalih membendung komunis.

Nhan Dan, harian Partai Komunis Vietnam Utara, merilis banyak artikel tentang pertempuran Khe Sanh yang bertekad untuk menjadikannya Dien Bienphu Kedua. Oleh sebab keberhasilan pasukan artileri jarak jauhnya meledakan gudang amunisi Marinir AS di Khe Sanh yang berisikan 1.500 ton amunisi.

Karena kurun waktu pengepungan yang panjang, membuat Khe Sanh akhirnya selalu menjadi headline saat itu. Di pihak Vietnam Utara, jelas materi beritanya lebih longgar bahkan berbau propaganda dibandingkan yang disajikan pihak AS, sebab telah tersensor dinas intelijen. Tapi yang tercatat selama pengepungan, pihak AS telah menyiram Khe Sanh dalam arti harfiah dengan 5.000 bom setiap hari. Dan totalitas daya ledaknya sama dengan lima kali bom atom Hiroshima yang dijatuhkan 23 tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan agar Khe Sanh jangan sampai bernasib seperti Dien Bienphu.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

WHEN YOU’RE STRANGER …

Menjelang tahun ke tiga bubarnya Uni Soviet yang kini bernama Rusia, saya berkunjung ke Moskow. Tepatnya tanggal 03.11.1994. Setelah bengong saat itu menunggu di Bandara Shremetyevo II campur bingung ; satu jam kemudian saya dijemput tuan rumah yang terlambat karena macetnya lalu lintas senja hari.

Dedaunan yang meranggas. Kelabunya langit senja Moskow. Dinginnya udara musim gugur. Semua hal ini terakumulasi ketika dari radio dalam mobil yang membawa saya menuju kota terdengar lagu The Doors : … people are strange, when you’re a stranger faces look ugly when you’re alone … Artinya lengkap sudah perasaan saya disamping rasa lelah mendera setelah sekian jam kemeng dalam pesawat.

Kemuraman dan kegalauan pekat serasa menggantung di atas kota yang tetap berhasil eksis berabad-abad ini. Sebuah kota yang begitu luas tapi masif. Begitu penuh pesona buat saya, tapi juga mengisyaratkan kesangaran jejak mendalam rezim komunis.

Rusia yang kita kenal sejatinya tidaklah selalu berkonotasi soal pemberangusan, penindasan, dan kezaliman. Setidaknya itu bagi saya. Rusia memiliki makna yang terlalu mendalam bagi saya, yang bukan sekadar tulisan Leo Tolstoy dalam Anna Karenina, Alexander Pushkin dalam Yevgeniy Onegin, atau pun Alexander Solzhenitsyn dalam Arkhipelag Gulag yang perih. Tapi ada sesuatu yang sulit saya kemukakan …

Maka ketika keesokan paginya saat salju pertama berderai turun. Dan itu pertama kali rasa dingin saya sentuh dengan jemari. Saya dapat memahami bahwa bangsa ini sedang menggeliat untuk bangkit kembali.

Hal itu terbukti, ketika setahun kemudian saya kembali datang. Moskow lebih cerah. Lebih hidup dan beranjak semarak. Rusia yang kita kenal sekarang adalah Rusia yang berbeda. Seraut wajah yang lebih bijak, ramah, dan membuka diri.

Enam puluh tahun sudah Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan Rusia. Kurun yang tidak bisa dikatakan terlalu panjang dalam konteks institusi negara. Tapi hubungan personal tampaknya sudah berjalan lebih lama. Semisal pada pertengahan abad 19, saya pernah menemukan dalam sebuah naskah historis bahwa di Surabaya sudah ada sebuah perusahaan dagang milik orang Rusia.

Terlebih dari semua itu – pada akhirnya saya memahami apa yang disenandungkan oleh The Doors lewat suara malas-malasannya Jim Morrison tidaklah benar – soalnya saya memiliki banyak sahabat Rusia nan hangat yang membuat saya tidak sempat merasa sebagai seorang asing …

Posted by: hagemman | February 8, 2010

MATAHARI TIDUR, BUMI MEMBEKU

Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh matahari yang “tidur: berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan bumi dan perubahan iklim global.

Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Prancis lumpuh.

Amerika Serikat pun mengalami hal yang sama. Sebuan cuaca ekstrem ini berdampak pada kegagalan panen di Florida dan menyebabkan dua orang meninggal di New York.

Kejadian luar biasa yang berskala global ini diyakini para pengamat meteorologi dan astronomi berkaitan dengan kondisi melemahnya aktivitas matahari yang ditandai menurunnya kejadian bintik matahari atau sunspot.

Bintik hitam yang tampak di permukaan matahari melalui teropong bisa dilihat dari sisi samping menyerupai “tonggak” yang muncul dari permukaan matahati. “Tonggak” itu terjadi akibat berpusarnya massa magnet di perut matahari hingga menembus permukaan.

Akibat munculnya bintik hitam berdiameter sekitar 32.000 kilometer atau 2,5 kali diameter rata-rata bumi, suhu gas di fotosfer dan kromosfer naik sekitar 800 derajat celsius dari normalnya. Hal ini dapat mengakibatkan badai matahri dan ledakan cahaya tang disebut flare.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

SAHABAT LAMA DI ERA BARU

Hari itu, tahun 1955, Bung Karno berkunjung ke kota Leningrad (sekarang St Petersburg), Uni Soviet. Matanya tiba-tiba tertuju ke sebuah bangunan dengan kubah warna biru, berarsitek Asia Tengah. Bung Karno mendesak untuk mampir. Ternyata itu hanya sebuah gudang.

Lalu, Bung Karno mendapat penjelasan lebih jauh bahwa sang gudang sejatinya adalah sebuah masjid indah. Tatkala Komunis naik takhta, semua rumah ibadah ditutup, termasuk masjid tersebut.

Ketika Bung Karno melanjutkan perjalanan ke kota Moskwa, Khruschev bertanya, “ Apakah paduka menikmati kota Leningrad yang indah itu ? “  Bung Karno menjawab singkat, “ Saya tidak melihat dan menikmati kota yang Anda maksudkan itu. “  “ Wah, kok bisa. Paduka, kan, berada di sana beberapa hari, dan kota itu dikenal dunia sebagai kota indah, “ tutur Khruschev lagi. “ Masalahnya, saya tidak menemukan masjid di sana, “ ujar Bung Karno.

Setelah Bung Karno kembali ke Tanah Air, Khruschev memerintahkan agar masjid tersebut dibuka dan difungsikan kembali, hingga kini. Nama Bung Karno pun abadi di sana.

Ini adalah sebuah sikap tegas, kejeniusan diplomasi, dan juga sebuah kedalaman persahabatan  : Indonesia dan Rusia yang direfleksikan oleh Bung Karno dan Khruschev. Di Wisma Indonesia, Moskwa, tahun 1961, Bung Karno genap berusia 61 tahun. Di sana Khruschev duduk berdampingan dengan Bung Karno, saling menyulut api untuk cerutu mereka.

Persahabatan ini telah melintasi rentang waktu, yang pada tahun 2010 kita peringati : 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

KERJA SAMA MILITER RI – RUSIA

Hubungan diplomatik RI-Rusia dimulai 3 Pebruari 1950. Rusia kala itu bernama Uni Soviet, merupakan sponsor diyerimanya Indonesia menjadi anggota PBB dan telah mengakui Indonesia sejak tahun 1948. Selama ini Rusia belum pernah memberikan persenjataan bekas, justru alat perang yang diserahkan adalah terbaik di zamannya, terakhir Su-27 SK dan Su-30 MK, jenis yang belum dipakai di negaranya.

Dalam perjalanan yang berliku selama 60 tahun (1950-2010) sebagai sahabat dan teman malah sempat mencapai titik nadir manakala ada perintah dari “penguasa”  untuk mengisi angki bahan bakar TU-16 milik AURI dengan air pascatragedi G-30S. Padahal, beberapa tahun sebelumnya pembom jarak jauh jenis TU-16 sempat memperkuat Armada Angkatan Udara untuk menjadi yang terkuat di belahan bumi selatan.

Bukan hanya 26 unit bomber TU-16 yang dimiliki Angkatan Udara saat itu, lebih dari 100 unit pesawat tempur (MiG-15/17/19/21), dua lusin unit pembom taktis Ilyushin-28, dan puluhan unit helikopter termasuk helly terbesar di dunia jenis Mi-6 juga didatangkan dalam kurun waktu lima tahun. Dalam waktu yang sama Angkatan Laut juga memperoleh 104 unit kapal perang berbagai jenis termasuk 10 kapal selam kelas Whisky dan juga kapal penjelajah kelas Swedlov yang dinamakan RI Irian, menjadikan armada Indonesia kekuatan terbesar Angkatan Laut di Asia setelah China.

Lapis kedua juga penuh persenjataan dari Rusia, termasuk puluhan pesawat angkut berat Antonov-12 dan Ilyushin 14 Avia, satu di antaranya dinamakan Dolok Martimbang, sebagai pesawat Kepresidenan. Sementara arsenal militer kita dijejali senjata yang hanya dimiliki Uni Soviet, yaitu peluru kendali SA-75 untuk sasaran udara, peluru kendali sasaran permukaan jenis KC-1 Kometa, torpedo jenis SEAT-50 yang dapat mencari sasaran sendiri serta berbagai bom dan ranjau laut terbaik di zamannya, serta senapan legendaris AK-47.

Gejolak politik antara Rusia-Indonesia ikut memengaruhi kemampuan persenjataan militer kita. Meskipun sebelumnya Indonesia merupakan operator kedua semua jenis senjata ampuh keluaran Soviet, kali ini tidak. Pasca G-30S semua alutsista eks Rusia dikandangkan, pengadaan suku cadang dibatalkan. Meskipun terseok, kedua negara tetap menjalin persahabatan lewat jalur diplomatik. Bahkan, Uni Soviet pada 9 Januari 1967 memutihkan sisa utang Indonesia sebesar 700 juta dollar AS, suatu keputusan yang sangat membantu di tengah kesulitan keuangan kala itu.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

30 TAHUN REVOLUSI ISLAM IRAN & GENERASI KETIGA

Acara perayaan peringatan Evolusi Islam Iran ke-31 di mulai hari Senin (1/2) hingga Kamis pekan depan (11/2). Hal itu mengingatkan Kompas ketika mengunjungi area mausoleum pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Rahulloh Imam Khomeini, di Teheran, Kamis, 25 Juni 2009.

Mausoleum Imam Khomeini adalah makam Khomeini yang wafat pada 3 Juni 1989 dan makam putra keduanya, Ahmad Khomeini, yang wafat pada 1995. Musoleum terletak di distrik Behest-e Zahra, Teheran Selatan.

Distrik itu juga disebut distrik para syuhada dan Haram Mutahari karena banyak korban tewas dalam perang Iran-Irak (1980-1988) di kubur di distrik tersebut.

Segera disadari oleh siapa pun yang berziarah ke Mausoleum Imam Khomeini bahwa pemimpin revolusi Islam Iran itu terhormat di kala hidup dan semakin terhormat setelah wafat bagi sebagian kalangan. Rakyat Iran menobatkan Imam Khomeini pembebas negara dari tirani Dinasti Shah Iran.

Revolusi Iran itu melahirkan sistem politik Wilayat al Fakih. Sistem politik di Iran itu merupakan pilihan rakyat Iran melalui referandum 1 April 1979.

Kekuasaan Wilayat al Fakih saat ini cenderung mutlak sesuai dengan hasil referandum tersebut. Salah satu faktor utama dalam dinamika politik di Iran sejak revolusi tahun 1979 itu adalah perbedaan penafsiran terhadap sistem Wilayat al Fakih.

Konsekuensinya, berita dan analisis tentang Iran sejak revolusi negara itu didominasi isu politik. Intinya, dominasi politik di tangan pemimpin tertinggi menjadi kekuatan sekaligus kelemahan dalam pengembangan politik Iran.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

JALAN PANJANG MENJEMPUT IMPIAN

Pertengahan Oktober 2009. Keheningan di gedung raiser ikan hias di Cibinong, Jawa Barat. Gedung yang terletak di Jalan Raya Bogor Kilometer 47 itu memiliki tiga gedung raiser ikan. Di beberapa kolam berukuran besar dan akuarium terlihat sekawanan ikan bergerak lincah. Sebagian kolam lainnya dibiarkan kosong dan kering.

Lima tahun telah berlalu sejak kawasan pusat pengembangan dan pemasaran (raiser) ikan hias itu diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 Maret 2004. Kini gedung di antaranya sedang ditutup.

“ Pekan ini, tidak banyak ikan yang masuk. Sebagian ikan dipasok dari Jabodetabek dan Jawa, “ ujar Ari, petugas raise.

Saat itu, ada 35 jenis ikan hias yang ditampung dalam kolam. Harga ikan koi (Cyprinus carpio) berusia enam bulan, misalnya dijual Rp 20.000 per ekor. Ikan koi berumur 1,5 tahun dijual Rp 150.000 per ekor.

Raiser Ikan Hias Cibinong merupakan proyek percontohan yang didirikan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Raiser seluas 17,6 hektar itu menghabiskan Rp 30 miliar.

Kawasan itu dilengkapi karantina dan laboratorium untuk ekspor serta gedung pameran. Namun, bagai tak berpenghuni, kawasan itu nyaris sepi aktivitas. Setiap tahun pameran ikan hias rata-rata hanya digelar dua kali, selebihnya kosong.’

Penanggung jawab Raiser Saut Hutagalung menuturkan, cita-cita pendirian raiser ikan hias adalah mengintegrasikan pelayanan administrasi ekspor ikan hias, seperti di Singapura, sekaligus sarana promosi, pameran, dan kontes.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

PENGGERAK EKONOMI WARGA DANDER

Warga lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sangat akrab dengan ikan cupang (Betta splendens). Ikan hias tawar yang bersifat protektif dan lihai alam berkelahi ini telah menopang perekonomian warga selama bertahun-tahun.

Heby Tuko Spetionugroho, Sekretaris Kelompok Budidaya Ikan Hias Karya Mina, mengatakan bahwa sedikitnya 81 rumah memelihara ikan cupang. Sebanyak 40 rumah di antaranya aktif dalam kegiatan kelompok budidaya.

Rata-rata setiap rumah memiliki lebih dari dua kolam ikan, bahkan sampai 10 kolam. Kegiatan usaha dibagi dua, yakni pembenihan dan pembesaran. Selain petani ikan, terdapat pula pengepul yang menjual ikan produksi Dander kepada pembeli.

Heby, yang juga menjadi pengepul ikan cupang, mengatakan setiap minggu mengirim 18.000 ikan ke pembeli di luar kota Kediri. Jika dikalkulasi, dalam setahun jumlah ikan cupang dari Dander yang dijual di pasaran mencapai 80 juta ekor.

“ Rata-rata perputaran uang dari bisnis ikan cupang mencapai Rp 20 juta per hari. Uang itu berasal dari bisnis benih ikan, pembesaran ikan, pakan ikan, dan pengepakan, “ ujar Heby, Jumat (30/10).

Bagi warga Dander, ikan cupang bukan sekadar hobi atau bisnis sampingan. Budidaya ikan cupang ini telah menjadi bisnis inti keluarga, tempat mereka mencari nafkah.

Heby tidak pernah kesulitan memasarkan ikan cupang. Pesanan selalu datang dari berbagai kota, seperto Solo dan Semarang (Jawa Tengah), Surabaya, Malang, serta Jakarta. Pengiriman melalui jasa ekspedisi sehingga ongkos kirim jauh lebih murah.

Read More…

Posted by: hagemman | February 8, 2010

KEUNGGULAN YANG TERABAIKAN

Ikan cupang hias atau Betta splendens selama ini kerap dipersepsikan sebagai ikan “murahan” dan banyak ditemukan di rawa, empang, ataupun sawah. Dengan harga jual di pasar minimal Rp 1.000 per ekor, keunggulan ikan – yang juga dikenal dengan sebutan ikan laga ini – sering terabaikan dan hanya dijadikan ikan aduan.

Dalam kurun satu dekade terakhir ikan cupang hias yang banyak berkembang di kawasan Asia Tenggara kian populer di mancanegara. Ikan hias ini sering ditampilkan dalam ajang-ajang pameran ikan hias internasional.

Harga ikan kecil yang berukuran 3 -5 sentimeter itu bisa mencapai jutaan rupiah per ekor.

Ciri menonjol dari ikan yang gerakannya agresif ini adalah warnanya yang menarik dan indah dengan sirip yang lebar dan bisa mekar.

Jenis ikan cupang hias yang banyak diminati adalah cupang alam (wild betta), selain ikan cupang hasil budidaya.

Popularitas ikan cupang hias kian berkilau seorong dengan semakin beragamnya corak ikan cupang. Ini yang membuat pasar ikan cupang tidak seperti ikan hias lainnya, yang naik turun seiring dengan tren selera peminat ikan hias.

Peminat ikan cupang dari Indonesia juga kian berkembang, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional.

Read More…

Posted by: hagemman | February 6, 2010

KITA BUTUH KETELADANAN

Tak lah elok jika bertipis telinga. Manakala kita sadar sebagai pemimpin bangsa nan besar. Jadi satu-satunya pusat harapan, bak dibawah siraman lampu sorot, di tengah kekelaman ketidaksabaran rakyat. Setidaknya itulah sosok Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada dasarnya rakyat tetap hormat dan menaruh segala harapan pada dirinya. Juga sadar sesadar-sadarnya mengurus 230 juta orang bukan hal mudah. Tapi merupakan kenyataan menyesakan hingga dada bilamana ia berputar-putar pada kisaran politik pencitraan dengan inner cycle yang kian subur dan gemuk.

Dalam gradasi tertentu kita semua dapat memaklumi. Kita memang butuh tampilan pemimpin yang representatif dalam kurun penggalangan dukungan. Maksudnya saat kampanye. Kini masa itu sudah lewat. Ini adalah masa untuk berkarya dalam putaran kedua untuk membuktikan penepatan semua janji-janji.

Oleh sebab itu kita yang adalah rakyat berharap seorang SBY untuk tidak lagi mudah bicara dan kian selektif memilih topik dan pendengar yang tepat. Ketimbang mempertaruhkan pencitraannya pada sudut persepsi yang salah.

Sekali lagi kita semua mengerti jadi presiden itu tidaklah enak. Presiden juga adalah manusia. Disamping merasa senang juga ia bisa sedih, marah, kecewa, terhina, dan putus asa. Tapi terlalu kerap menyampaikan hal-hal berkonotasi negatif yang bermuara pada keluhan, ancaman, serta terzalimi ; juga akan menuai hal-hal yang negatif. Ada kata bijak bilang : mulutmu, harimaumu.

Jika almarhum ayah saya selalu mengeluh, saya pikir saat ini saya pun akan melakukan hal yang sama pada anak-anak saya. Tapi ayah bukan tidak pernah mengeluh, ia mengeluh.  Sebab ia seorang manusia bukan malaikat. Tapi hanya sesekali. Kami anak-anaknya paham dan mengerti apa yang sedang ayah perjuangkan dengan babak-belur. Ketika tahun-tahun berlari cepat, kami semua paham apa yang dilakukan almarhum ayah adalah : keteladanan.

Seorang SBY adalah tetap pemimpin dan bapak bangsa ini. Kita semua tetap menaruh hormat sekaligus juga harapan pada dirinya. Artinya, masih ada waktu baginya untuk mengubah diri. Dan itu bukanlah sebuah keaiban, melainkan keadaban diri nan jernih dari seorang pemimpin bangsa. Kesimpulannya kita, rakyat Indonesia, amat sangat butuh keteladan.

Categories